Senin, 14 Maret 2011

Mengenal Sinyal Kereta Api

Persinyalan kereta api adalah seperangkat fasilitas yang berfungsi untuk memberikan isyarat berupa bentuk, warna atau cahaya yang ditempatkan pada suatu tempat tertentu dan memberikan isyarat dengan arti tertentu untuk mengatur dan mengontrol pengoperasian kereta api. Jenis sinyal pada perkeretaapian digolongkan dalam:
1). Sinyal Mekanik, yakni perangkat sinyal yang digerakkan secara mekanik, disini ada papan/lengan instruksi yang dinaikkan dan diturunkan untuk memberi perintah kepada masinis kereta api. Sistem ini masih digunakan di Indonesia pada lintasan dengan frekuensi yang rendah namun mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem yang lebih modern.

gambar Sinyal Mekanik, via semboyan35

2). Sinyal mekanik dengan blok elektro mekanik, hampir sama dengan sinyal mekanis namun lengan isyarat dinaikkan dan diturunkan dengan perangkat elektro mekanis.

3). Sinyal listrik, yakni sinyal dengan menggunakan isyarat lampu seperti halnya lampu lalu lintas untuk mengatur jalan tidak jalannya kereta api.


gambar Sinyal Listrik, via edansepur

Pada sistem persinyalan elektrik warna lampu :
1).  Menunjukkan indikasi tidak aman (warna merah), sehingga kereta api harus berhenti.
2). Menunjukkan indikasi hati-hati (warna kuning), sehingga harus mengurangi kecepatan dan siap untuk berhenti.
3). Menunjukkan indikasi aman (warna hijau)


Untuk menghindari bola lampu putus, biasanya digunakan dua pasang lampu atau setiap aspek dipasangi 2 lampu sedang perkembangan terakhir yang sudah mulai digunakan di Indonesia adalah penggunaan lampu LED.
Penggunaan jenis sinyal sedapat mungkin sinyal yang digunakan adalah sinyal listrik, namun jika anggaran masih terbatas digunakan pendekatan sebagai berikut:
1). Jenis sinyal mekanik untuk frekuensi lalu-lintas rendah;
2). Sinyal mekanik dengan blok elektro mekanik untuk frekuensi lalu-lintas sedang;
3). Sinyal listrik untuk frekuensi lalu-lintas tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar